TUGAS SOFTSKILL
UNIVERSITAS GUNADARMA
Nama : Bella Fredinawati
Kelas : 2KA15
Npm : 11113691
FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN
TEKNOLOGI INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2013
Karakteristik Atau Ciri-Ciri Pasar Persaingan Sempurna
Beberapa ciri dari
pasar persaingan sempurna adalah sebagai berikut:
a. Jumlah
Pembeli dan Penjual Relatif Banyak
Karena jumlah penjual
dan pembeli sangat banyak maka masing-masing pembeli dan penjual secara
individual atau perseorangan tidak akan mampu memengaruhi harga pasar.
b. Barang
dan Jasa yang Diperjualbelikan BersifatHomogen
Bersifat homogen
berarti barang dan jasa yang diperjualbelikan memiliki ciri dan kualitas yang
sama. Konsumen beranggapan bahwa antara barang dan jasa satu dengan yang lain
tidak memiliki perbedaan.
c. Pembeli
dan Penjual Mengetahui Keadaan Pasar dengan Sempurna
Pembeli dan penjual
sama-sama mengetahui keadaan, kualitas dan harga barang maupun jasa yang akan
ditransaksikan.
d. Pembeli
dan Penjual Bebas Keluar Masuk Pasar
Pasar persaingan
sempurna memberikan kebebasan bagi penjual untuk berdagang dan pembeli
untuk berbelanja. Dengan kata lain, siapa pun bebas keluar masuk pasar.
e. Faktor-Faktor
Produksi Bebas Bergerak
Dalam pasar ini,
faktor-faktor produksi seperti bahan baku, tenaga kerja, mesin, dan pengusaha
dapat bebas bergerak ke mana pun tanpa ada halangan.
f. Tidak
Ada Campur Tangan Pemerintah
Pemerintah tidak turut
campur dalam menentukan harga atau memberikan fasilitas khusus bagi produsen
tertentu. Dengan demikian, mekanisme yang terjadi dalam pasar ini benar-benar
bebas dari campur tangan pemerintah.
Pasar persaingan sempurna adalah pasar yang terdapat
mobilitas sempurna dari sumber daya serta adanya pengetahuan yang sempurna baik
pembeli maupun penjual, sehingga kekuatan permintaan dan penawaran dapat bergerak
bebas. Contoh pasar persaingan sempurna antara lain bursa efek atau pasar modal
atau pasar uang.
a. Ciri-Ciri Pasar Persaingan Sempurna
Adapun ciri-ciri pasar persaingan sempurna
adalah sebagai berikut.
a. Jumlah pembeli dan penjual sangat
banyak.
b. Barang yang diperdagangkan bersifat
homogen.
c. Terdapat kebebasan keluar masuk pasar
(free entry dan free exit), baik bagi pembeli maupun penjual.
d. Tidak ada hambatan dalam mobilitas
sumber ekonomi dari satu usaha ke usaha lain.
e. Kurva permintaan yang dihadapi seorang
produsen adalah garis lurus horizontal, artinya harga cenderung stabil walaupun
jumlah barang yang terjual mengalami perubahan.
f. Penjual dan pembeli memahami keadaan
pasar secara sempurna.
g. Pembeli dan penjual bebas mengadakan
perjanjian, tanpa ada campur yangan pemerintah.
h. Pemerintah tidak ikut campur tangan
tentang harga, baik langsung maupun tidak langsung.
b. Pembentukan Harga
Pada pasar persaingan sempurna harga pasar
cenderung stabil, sehingga bentuk kurva permintaan dan penawaran pada pasar
sempurna berupa garis lurus mendatar sejajar dengan sumbu jumlah barang (OQ).
Berapa pun jumlah barang yang dibeli atau yang ditawarkan tidak akan menaikkan
atau menurunkan harga barang. Dan kurva tersebut juga merupakan kurva
pendapatan rata-rata atau AR (Average Revenue) dan pendapatan marginal atau MR
(Marginal Revenue).
c.GrafikKeseimbanganPerusahaan
Pada pasar persaingan sempurna, grafik keseimbangan dapat digambarkan dalam dua macam. Pertama, grafik keseimbangan pada perusahaan yang menghasilkan keuntungan maksimum dan grafik yang menggambarkan adanya kerugian minimum. Untuk menggambarkan grafik keseimbangan perusahaan yang menghasilkan laba maksimum/keuntungan maksimum harus memperhatikan syarat-syarat berikut ini.
1) Kurva AR = MR dan sejajar dengan sumbu OQ.
2) Kurva AC (Average Cost) selalu berada di bawah kurva AR dan MR.
3) Kurva MC (Marginal Cost) selalu memotong kurva AC minimum yang menunjukkan bahwa produksi pada saat itu terjadi efisiensi produksi.
Pada pasar persaingan sempurna, grafik keseimbangan dapat digambarkan dalam dua macam. Pertama, grafik keseimbangan pada perusahaan yang menghasilkan keuntungan maksimum dan grafik yang menggambarkan adanya kerugian minimum. Untuk menggambarkan grafik keseimbangan perusahaan yang menghasilkan laba maksimum/keuntungan maksimum harus memperhatikan syarat-syarat berikut ini.
1) Kurva AR = MR dan sejajar dengan sumbu OQ.
2) Kurva AC (Average Cost) selalu berada di bawah kurva AR dan MR.
3) Kurva MC (Marginal Cost) selalu memotong kurva AC minimum yang menunjukkan bahwa produksi pada saat itu terjadi efisiensi produksi.
d. Kebaikan
dan Kelemahan Pasar Persaingan Sempurna
Kebaikannya antara lain sebagai berikut.
1) Pembeli sangat mengetahui harga pasar sehingga sangat kecil terjadi kerugian atau kekecewaan.
2) Konsumen merasa sejahtera, karena bebas memasuki pasar.
3) Terdapat persaingan murni, karena barang yang diperjualbelikan homogen.
4) Harga cenderung stabil karena keadaan pasar dapat diketahui sebelumnya.
5) Mudah memilih atau menentukan barang yang diperjualbelikan.
6) Barang yang diproduksi dapat diperoleh dengan ongkos yang serendah-rendahnya.
Adapun kelemahannya antara lain sebagai berikut.
1) Hanya terdapat satu atau dua industri/pasar yang mendekati persaingan sempurna, sedang sektor yang lain banyak ketidaksempurnaan.
2) Terdapat faktor eksternal yang tidak diperhitungkan dalam posisi kesejahteraan optimum konsumen.
Kebaikannya antara lain sebagai berikut.
1) Pembeli sangat mengetahui harga pasar sehingga sangat kecil terjadi kerugian atau kekecewaan.
2) Konsumen merasa sejahtera, karena bebas memasuki pasar.
3) Terdapat persaingan murni, karena barang yang diperjualbelikan homogen.
4) Harga cenderung stabil karena keadaan pasar dapat diketahui sebelumnya.
5) Mudah memilih atau menentukan barang yang diperjualbelikan.
6) Barang yang diproduksi dapat diperoleh dengan ongkos yang serendah-rendahnya.
Adapun kelemahannya antara lain sebagai berikut.
1) Hanya terdapat satu atau dua industri/pasar yang mendekati persaingan sempurna, sedang sektor yang lain banyak ketidaksempurnaan.
2) Terdapat faktor eksternal yang tidak diperhitungkan dalam posisi kesejahteraan optimum konsumen.
3) Tidak ada barang
subtitusi karena bersifat homogen.
Pengertian Dan Ciri-Ciri Pasar Monopoli
Pasar
monopoli adalah suatu bentuk atau jenis pasar yang hanya terdapat satu kekuatan
atau satu penjual atau satu perusahaan yang menguasai seluruh penawarannya.
Pada pasar ini tidak ada pihak lain yang dapat menyainginya, sehingga menjadi
pure monopoly atau monopoli murni. Perusahaan yang monopoli menghasilkan produk
yang tidak diproduksi oleh perusahaan lain, tidak ada pengganti yang mirip.
Contoh pasar monopoli adalah perusahaan negara, perusahaan minyak bumi
serta gas alam dan lainnya.
Ciri-Ciri Pasar Monopoli
Pasar
monopoli memiliki ciri-ciri yang sangat bertentangan dengan ciri-ciri yang
dimiliki oleh pasar persaingan sempurna. Adapun ciri-ciri pasar monopoli adalah
sebagai berikut:
1)
Di dalam pasar monopoli hanya terdapat satu penjual. Barang atau jasa yang
dihasilkan hanya dapat dibeli di pasar monopoli, tidak tersedia di tempat lain.
2)
Jenis barang yang diproduksi atau dijual tidak ada barang penggantinya,
nosubstituties yang mirip. Barang yang dihasilkan merupakan satu-satunya dan
jenis barang tersebut tidak dapat digantikan oleh barang lainnya.
3)
Adanya hambatan atau rintangan atau barriers bagi perusahaan baru yang akan
masuk ke dalam pasar monopoli. Hambatan ini merupakan faktor kuat mengapa pasar
monopoli terbentuk. Hambatan dapat berupa legalistas yaitu dibatasi oleh
undang-undang, hambatan teknologi yaitu teknologi yang digunakan sangat tinggi
sehingga barang sulit ditiru, atau hambatan modal yaitu perlunya modal
besar dalam memproduksi barang sejenis.
4)
Pelaku pasar monopoli dapat menentukan harga barang sesuai keinginannya. Namun
demikian, Penjual ini tidak mempengaruhi harga dan output dari produk lain yang
dijual atau ditawarkan dalam perekonomian.
5)
Sifat monopolinya menyebabkan Perusahaan tidak memerlukan promosi atau iklan dalam
memasarkan produknya. Tidak ada barang alternatif atau penggantinya menyebabkan
pembeli terpaksa membeli hasil produksi dari perusahaan monopoli.
Faktor – faktor yang
menimbulkan monopoli :
1. Perusahaan
monopoli pada umumnya dapat menikmati skala ekonomi hingga ke tingkat produksi
yang sangat tinggi
2. Perusahaan
monopoli mempunyai suatu sumber daya yang dapat dikatan unik dan tifak dimiliki
perusahaan lain.
3. Monopoli
wujud dan berkembang melalui undang – undang, yaitu pemerintahan member hak
monopoli kepada perusahaan tersebut.
Walaupun perusahaan
monopoli menetapkan harga tinggi, jumlah produksi lebih rendah, dan keuntungan
lebih besar daripada di dalam pasar persaingan sempurna tetapi pemerintah
disamping memberikan hak eksklusif, perintah juga akan menetapkan harga/ tarif
penjualan dari barang atau jasa yang disediakan oleh perusahaan tersebut.
Dengan cara inilah kepentingan konsumen dapat dilindungi, yaitu para konsumen
dapat membeli barang yang dihasilkan perusahaan monopoli pada tingkat harga
yang relatif rendah.
PASAR MONOPOLISTIK
Pasar monopolistik
(kadang disebut juga pasar persaingan monopolistik atau pasar monopolistis)
adalah salah satu bentuk pasar di mana terdapat banyak produsen yang
menghasilkan barang serupa tetapi memiliki perbedaan dalam beberapa aspek.
Penjual pada pasar monopolistik tidak terbatas, namun setiap produk yang
dihasilkan pasti memiliki karakter tersendiri yang membedakannya dengan produk
lainnya. Contohnya adalah : shampoo, pasta gigi, dll. Meskipun fungsi semua shampoo
sama yakni untuk membersihkan rambut, tetapi setiap produk yang dihasilkan
produsen yang berbeda memiliki ciri khusus, misalnya perbedaan aroma, perbedaan
warna, kemasan, dan lain-lain.
Pada pasar monopolistik,
produsen memiliki kemampuan untuk memengaruhi harga walaupun pengaruhnya tidak
sebesar produsen dari pasar monopoli atau oligopoli. Kemampuan ini berasal dari
sifat barang yang dihasilkan. Karena perbedaan dan ciri khas dari suatu barang,
konsumen tidak akan mudah berpindah ke merek lain, dan tetap memilih merek
tersebut walau produsen menaikkan harga. Misalnya, pasar sepeda motor di
Indonesia. Produk sepeda motor memang cenderung bersifat homogen, tetapi
masing-masing memiliki ciri khusus sendiri. Sebut saja sepeda motor Honda, di
mana ciri khususnya adalah irit bahan bakar. Sedangkan Yamaha memiliki
keunggulan pada mesin yang stabil dan jarang rusak. Akibatnya tiap-tiap merek
mempunyai pelanggan setia masing-masing.
Pada pasar persaingan
monopolistik, harga bukanlah faktor yang bisa mendongkrak penjualan. Bagaimana
kemampuan perusahaan menciptakan citra yang baik di dalam benak masyarakat,
sehingga membuat mereka mau membeli produk tersebut meskipun dengan harga mahal
akan sangat berpengaruh terhadap penjualan perusahaan. Oleh karenanya, perusahaan
yang berada dalam pasar monopolistik harus aktif mempromosikan produk sekaligus
menjaga citra perusahaannya.
Pasar Oligopoli
Oligopoli berasal dari
kata olio yang berarti beberapa, dan kata poli yang berarti penjual. Secara
sederhana Oligopoli adalah pasar yang terdiri dari beberapa penjual.
Dalam ilmu ekonomi,
Pasar oligopoli didefinisikan sebagai suatu bentuk pasar yang terdiri dari
beberapa produsen atau penjual yang menguasai penawaran. Biasanya terdiri dari
dua sampai 10 penjual. Penguasaan penawaran dalam pasar oligopoli dapat
dilakukan secara independen atau sendiri-sendiri ataupun secara diam-diam
bekerja sama.
Ciri keterkaitan yang
khas pada pasar oligopoli adalah kebijakan penurunan harga barang oleh suatu
perusahaan cenderung akan diikuti oleh perusahaan lannnya. Hal ini tidak
terjadi ketika perusahaan lainnya menaikkan harga barannya.
Tiap-tiap perusahaan
menetapkan kebijakan sendiri-sendiri, dan setiap kebijakan yang telah
dikeluarkan dari suatu perusahaan akan segera direspon oleh perusahaan
lainnya. Setiap Perusahaan yang ada
dalam pasar oligopoli berkeyakinan bahwa kebijakan dari suatu perusahaan akan
mempengaruhi penjualan dan keuntungan perusahaan lainnya.
Contoh pasar oligopoli
antara lain pasar bagi perusahaan industri motor, industri baja, industri
rokok, dan industri sabun mandi. Dalam perekonomian yang sudah maju, pasar
oligopoli banyak dijumpai karena didukung oleh teknologi yang sangat modern.
Teknologi modern akan memberikan efisiensi yang sangat optimum ketika jumlah
produksi mencapai jumlah yang sangat besar. Keadaan ini menimbulkan jumlah
perusahaan yang terlibat dalam pasar oligopoli menjadi sangat sedikit.
Ciri-Ciri Pasar
Oligopoli
Ciri-ciri pasar
oligopoli di antaranya adalah sebagai berikut.
Perusahaan menghasilkan
barang standar dan barang dengan jenis/corak beragam. Industri dengan barang
yang berstandar merupakan industry yang menghasilkan bahan baku seperti
produsen bensin, industry baja, semen, industri kimia, dan industry penghasil
bahan bagunan. Selain itu beberapa perusahaan dalam pasar oligopoly
menghasilkan barang-barang dengan jenis atau corak yang berbeda-beda seperti
pada industry otomotif, industry sabun, industry telephon selular dan industry
elektronik lainnya.
Promosi melalui iklan
secara terus-menerus. Perusahaan dalam pasar oligopoly yang menghasilkan
barang-barang dengan jenis atau corak yang berbeda harus melakukan promosi
untuk mengenalkan produknya pada pembeli. Perusahaan harus mengalokasikan dana
cukup besar untuk Biaya promosi atau iklan ini. Tujuan promosi ini adalah untuk
menarik pembeli baru dan mempertahankan pembeli lama. Untuk perusahaan
penghasil barang standar, biaya iklan relative lebih kecil dan pomosi bertujuan
untuk memelihara hubungan baik dengan masyarakat.
Hanya terdapat sedikit
penjual, biasanya antara tiga sampai
dengan sepuluh yang menjual produk substitusi. Pasar oligopoli mempunyai kurva
permintaan dengan elastisitas silang atau cross elasticity of demand yang relatif tinggi.
Pada pasar oligopoli terdapat
rintangan yang menyebabkan perusahaan lain sulit memasukinya. Hal ini karena
perusahaan yang ada dalam pasar hanya sedikit.
Keputusan harga yang
diambil oleh suatu perusahaan harus dipertimbangkan oleh perusahaan yang lain.
kekuatan harga tergantung pada cara harga itu ditentukan. Jika harga bukan
merupakan kesepakatan, maka kekuatan harga menjadi lemah. Ketika suatu
perusahaan menurunkan harga, maka peusahaan lain akan cenderung melakukan
penurunan harga pula. Ketika harga dibuat dengan cara kesepakatan antara
perusaaan yang ada dalam pasar oligopoli, maka harga cenderung lebih kuat,
tidak mudah untuk diturunkan oleh suatu perusahaan.
1.
Perputaran Roda Perekonomian
Pertumbuhan
ekonomi suatu negara biasanya dihitung berdasarkan pertumbuhan ril dari GDP
negara tersebut, yakni seberapa besar GDP negara bertambah secara ril dari
tahun ke tahun. Pertumbuhan ini dihitung dengan cara membagi nilai dari output
suatu sektor ekonomi pada tahun tertentu dengan nilai output sektor tersebut
pada tahun sebelumnya dan dikali 100 % kemudian dikurangi 100. Bila GDP
mengalami pertumbuhan yang tinggi berarti pendapatan masyarakat juga akan
mengalami
pertumbuhan
yang tinggi, terlepas dari siapa atau kelompok mana dari masyarakat yang
menerima pendapatan tersebut.
Untuk
dapat memahami lebih dalam tentang GDP perhatikan Lampiran 1.1. GDP Indonesia
menurut lapangan usaha berdasarkan harga yang berlaku dan harga konstan.
Pengeluaran
Agregat (Aggregate Spending)
Seperti
diterangkan diatas bahwa GDP dapat dihitung dari sisi pengeluaran aggregate
(Aggregate Spending) pelaku ekonomi dalam suatu negara. Pengeluaran aggreaget
ini sama dengan Permintaan Agregat karena konsekuensi dari permintaan adalah
adanya pengeluaran oleh rumah tangga, investor, pemerintah dan eksportir untuk
membeli barang dan jasa. Pengeluaran Aggregate dapat dikelompokkan atas empat
komponen, yaitu:
a.
pengeluaran konsumsi rumah tangga,
b.
pengeluaran invesatasi oleh pengusaha (bisnis),
c.
pengeluaran pemerintah, dan
d.
permintaan luar negeri.
Berikut
akan diuraikan satu persatu dari komponen Agregat Demand atau Agregat Spending
tersebut.
Pengeluaran
Konsumsi
Merupakan
bagian terbesar dari permintaan agregat yaitu berupa permintaan dari konsumen
terhadap barang dan jasa yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Konsumsi
ini memegang peranan penting dalam perekonomian menurut teori Keynesian karena
akan menentukan output dan pendapatan masyarakat suatu negara. Kontribusi
konsumsi terhadap pembentukan GDP di Indonesia diperkirakan sebesar 65% dari
total GDP. Konsumsi dapat dibagi atas tiga kategori yaitu barang tanah lama
(durable goods) seperti mobil, barang tidak tahan lama (nondurable goods), dan
jasa (services). Dari sisi asal barang maka barang dan jasa yang dikonsumsi
oleh konsumen dalam negeri terdiri dari barang produksi dalam negeri dan barang
/jasa yang diproduksi oleh negara lain yang diimport ke Indonesia. Dalam
penghitungan GDP angka import ini harus dikeluarkan dari angka GDP.
Pengeluaran
Pemerintah
Yang
termasuk dalam pengeluaran pemerintah adalah semua pengeluaran pemerintah yang
diperlukan agar roda pemerintahan dapat berjalan dengan baik. Pengeluaran
pemerintah ini tercantum dalam Anggaran Belanja dan Pendapatan Nasional (APBN).
Barang dan jasa yang dibeli oleh pemerintah tidak dihitung nilai tambahnya
(value added) seperti halnya pada barang konsumsi karena barang dan jasa yang
diproduksi oleh pemerinatah pada umumnya adalah gratis. Pengeluaran pemerintah
seperti uang pensiun (transer of payment) tidak dihitung dalam GDP karena
pengeluaran tersebut bukan merupakan pembelian terhadap barang atau jasa yang
baru diproduksi.
Pengelauran
Investasi
Investasi
adalah tambahan terhadap akumulasi modal (physical stock of capital) ditambah
dengan perobahan persediaan (inventory changes). Tetapi transaksi saham tidak
termasuk dalam penambahan stok modal. Jadi investasi adalah aktifitas yang bisa
meningkatkan kemampuan ekonomi dalam memproduksi barang dan jasa dimasa
mendatang. Contohnya adalah pembelian barang investasi, peralatan, dan
pembangunan rumah baru. Sewa dari tumah tersebut dihitung sebagai konsumsi.
Permintaan
Ekspor Bersih (Net Export)
Komponen
terakhir dari GDP adalah net export yaitu selisih antara export dan import (X –
M). Export merupakan GDP dari dalam negeri karena merupakan barang atau jasa
yang diproduksi di dalam negeri, tetapi tidak dikonsumsi di dalam negeri.
Barang ekspor akan dibeli atau dikonsumsi oleh rumah tangga, investor, atau
pemerintah negara asing sedangkan import adalah barang yang diproduksi di luar
negeri, berarti adalah GDP negara asing.
Dalam
GDP yang dihitung adalah net ekspor untuk menghindari penghitungan dua kali
(double counting). Barang dan jasa yang dibeli oleh rumah tangga, investor, dan
pemerintah tidak semuanya diproduksi di dalam negeri tetapi beberapa barang
yang dibeli tersebut berasal dari luar negeri. Jadi komponen pengeluaran
aggeregate yang diuraikan diatas - pengeluaran rumah tangga, investor dan
pemerintah – sebagiannya adalah barang yang diproduksi di luar negeri, berarti
adalah GDP negara asing atau bukan merupakan GDP Indonesia. Karena itu untuk
mengkoreksinya maka ekspor harus dikurangi dengan impor agar barang import
tidak terhitung sebagai GDP kita, karena yang termasuk dalam GDP Indonesia
adalah konsumsi rumah tangga berupa barang-barang produksi dalam negeri,
ditambah dengan belanja barang investor, ditambah belanja barang pemerintah dan
ditambah dengan nilai barang yang diekspor ke luar negeri. Barang-barang import
yang telah dikonsumsi oleh konsumen dalam negeri tidak bisa dihitung sendiri
karena telah masuk dalam perhitugan jumlah konsumsi. Nilai barang import ini
tentu sama dengan jumlah nilai barang yang diimport yang tercatat di Bea dan
Cukai sehingga dengan mengeluarkannya dari angka export maka sama dengan
mengeluarkannya dari angka konsumsi barang import.
2.
Metode Penghitungan Pendapatan Nasional
Ada
3 konsep pendekatan yang dapat digunakan untuk menghitung pendapatan nasional,
antara lain adalah seperti ini :
*Pendekatan
pendapatan
Dengan
cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, dan laba) yang
diterima rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu.
*Pendekatan
produksi
Dengan
cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan suatu negara dari bidang
industri, agraris, ekstraktif, jasa, dan niaga selama satu periode tertentu.
*Pendekatan
pengeluaran
Dengan
cara menghitung jumlah seluruh pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang
diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu.
Siklus
aliran pendapatan (circular flow) dan interaksi antar pasar.
Siklus
Aliran Pendapatan
Jenis
circular flow mengklasifikasikan pada beberapa sektor perekonomian, antara lain
adalah sektor: Rumah Tangga, Perusahaan, Pemerintah, dan sector Luar Negeri
Interaksi
antar pasar
Interaksi
pasar dalam menganalisis ekonomi makro, dipersempit dengan menjadikan tiga
pasar utama. Pasar utama itu adalah Pasar Barang Dan Jasa, Pasar Tenaga Kerja,
dan Pasar Uang Dan Modal.
Metode-metode
penghitungan pendapatan nasional
Ada
tiga metode dalam perhitungan pendapatan nasional yaitu :
*Metode
Output Atau Metode Produksi
Dalam
metode ini, Cara perhitungan dalam praktik adalah dengan membagi-bagi
perekonomian menjadi beberapa sektor produksi.
*Metode
Pendapatan
Metode
pendapatan memandang nilai output perekonomian sebagai nilai total balas jasa
atas faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi.
*Metode
Pengeluaran
Dalam
metode pengeluaran, nilai PDB merupakan nilai total pengeluaran dalam
perekonomian selama periode tertentu.
Beberapa
Pengertian Dasar Tentang Perhitungan Agregatif
Untuk
menghitungan output maupun pengeluaran dan ukuran-ukuran agregat lainnya adalah
bertujuan untuk menganalisis dan menentukan kebijakan ekonomi guna memperbaiki
atau meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Beberapa pengertian yang
berkaitan dengan hal tersebut adalah : Produk Domestic Bruto, Produk Nasional
Bruto, Produk Nasional Neto, Pendapatan Nasional, Pendapatan Personal,
Pendapatan Personal Disposable.
PDB
harga berlaku dan harga konstan
Nilai
PDB adalah merupakan hasil perkalian antara harga barang yang diproduksi dengan
jumlah barang yang di hasilkan dalam suatu periode tertentu. Sedangkan untuk
memperoleh PDB harga konstan, Seharusnya menentukan tahun dasar, yang merupakan
tahun dimana perekonomian berada dalam kondisi stabil. Dan harga barang ditahun
itu dapat digunakan sebagai harga konstan.
Manfaat
Dan Keterbatasan Perhitungan PDB
Ada
empat perhitungan untuk mengklompokan masalah, dalam Manfaat Dan Keterbatasan
Perhitungan PDB, antara lain seperti ini :
*Perhitungan
PDB Dan Analisa Kemakmuran
Perhitungan
PDB akan memberikan gambaran ringkas tentang tingkat kemakmuran suatu Negara,
dengan cara membaginya dengan jumlah penduduk. Angka tersebut dikenal sebagai
angka PDB per kapita
*Perhitungan
PDB Dan Masalah Kesejahteraan Sosial
Perhitungan
PDB maupun PDB perkapita juga dapat digunakan untuk menganalisis tingkat
kesejahteraan sosial suatu masyarakat. Tingkat kesejahteraan yang di pakai
adalah tingkat pendidikan, kesehatan dan gizi, kebebasan memilih pekerjaan dan
jaminan masa depan yang lebih baik.
*PDB
Per Kapita Dan Masalah Produktivitas
Sampai
batas-batas tertentu, angka PDB perkapita dapat mencerminkan tingkat
produktivitas suatu Negara. Untuk memperoleh perbandingan prokditivitas antar
Negara, ada beberapa hal yang perlu di pertimbangkan diantaranya adalah Jumlah
dan komposisi penduduk, Jumlah dan struktur kesempatan kerja dan Faktor-faktor
nonekonomi
*Penghitungan
PDB Dan Kegiatan-Kegiatan Ekonomi Tak Tercatat
Angka
statistik PDB Indonesia yang di laporkan oleh badan pusat statistik hanya
mencatat kegiatan-kegiatan ekonomi formal. Karena itu statistik PDB belum
mencerminkan seluruh aktivitas perekonomian suatu Negara.
Distribusi
Pendapatan
Para
ekonom pada umumnya membedakan dua ukuran pokok distribusi pendapatan, yang
keduanya digunakan untuk tujuan analisis dan kuantitatif tentang keadilan
distribusi pendapatan. Kedua ukuran tersebut adalah distribusi ukuran, yakni
besar atau kecilnya bagian pendapatan yang diterima masing-masing orang; dan
distribusi fungsional atau distribusi kepemilikan faktor-faktor produksi,
Distribusi ukuran ini secara langsung menghitung jumlah pendapatan yang
diterima oleh setiap individu atau rumah tangga tanpa memperdulikan sumbernya,
sedangkan Distribusi pendapatan fungsional atau pangsa distribusi pendapatan
per faktor produksi berfokus pada bagian dari pendapatan nasional total yang
diterima oleh masing-masing faktor produksi (tanah, tenaga kerja, dan modal).
Distribusi
kekayaan
Distribusi
kekayaan yaitu proses pembagian kekayaan yang ada di suatu wilayah agar tidak
menumpuk pada golongan tertentu, bukan jaminan bahwa penduduk disuatu wilayah
akan hidup dengan sejahtera bila daerahnya kaya akan sumber daya alam.
3.
Masalah dan Keterbatasan Penghitungan PDB
Manfaat
dan Keterbatasan Perhitungan PDB
a. Perhitungan PDB dan Analisa Kemakmuran
Perhitungan
PDB akan memberikan gambaran ringkas tentang tingkat kemakmuran suatu negara,
dengan cara membaginya dengan jumlah penduduk (disebut PDB per kapita). Menurut
PBB, sebuah negara dikatakan miskin bila PDB per kapitanya lebih kecil daripada
US$ 450,00. Berdasarkan standar ini, maka sebagian besar negara-negara di dunia
adalah negara miskin. Suatu negara dikatakan makmur/kaya bila PDB perkapita
lebih besar daripada US$ 800.
Kelemahan
dari pendekatan di atas adalah tidak memperhatikan aspek distribusi pendapatan.
Akibatnya angka PDB per kapita kurang memberikan gambaran rinci tentang kondisi
kemakmuran suatu negara. Misalnya, walaupun Amerika Serikat yang PDB
perkapitanya US$ 29.080 (tahun 1997), namun negara itu masih terus bergelut
dengan masalah kemiskinan dan pengangguran, terutama di kalangan warga kulit
hitam ataupun pendatang (kulit berwarna). Bahkan secara absolut tampaknya
jumlah penduduk miskin di Amerika serikat akan bertambah.
Faktor
utama pemicu gejala di atas adalah masalah distribusi pendapatan.
Walaupun
distribusi pendapatan di USA relatif baik, tetapi belum sempurna untuk membuat
seluruh penduduknya menjadi makmur. Bahkan untuk faktor produksi non tenaga
kerja, terutama uang dan modal, distribusi penguasaannya sangat buruk. Pada
tahun 1996, sekitar 46% aset finansial
dikuasai hanya oleh sekitar 1% penduduk.
b.
Perhitungan PDB dan Masalah Kesejahteraan Sosial
Umumnya
ukuran tingkat kesejahteraan yang dipakai adalah tingkat pendidikan, kesehatan
dan gizi, kebebasan memilih pekerjaan dan jaminan masa depan yang lebih baik.
Ada hubungan yang positif antara tingkat PDB per kapita dengan tingkat
kesejahteraan sosial. Makin tinggi PDB per kapita, tingkat kesejahteraan sosial
makin membaik. Hubungan ini dapat dijelaskan dengan menggunakan logika
sederhana. Jika PDB per kapita mkin tinggi, maka daya beli masyarakat,
kesempatan kerja serta masa depan perekonomian makin membaik. Sehingga gizi,
kesehatan, pendidikan, kebebabasan memilih pekerjaan dan jaminan masa depan,
kondisinya makin meningkat. Tapi dengan catatan, peningkatan PDB per kapita
disertai perbaikan distribusi pendapatan.
Masalah
mendasar dalam perhitungan PDB adalah tidak diperhatikannya dimensi
nonmaterial. Sebab PDB hanya menghitung output yang dianggap memenuhi kebutuhan
fisik/ materi yang dapat diukur dengan nilai uang. Sedangkan output yang tidak
terukur dengan uang, misalnya ketenangan batin yang diperoleh dengan menyandarkan
hidup pada norma-norma agama/spiritual tidak dihitung. Sebab, dalam
kenyataannya kebahagiaan tidak hanya ditentukan oleh tingkat kemakmuran, tetapi
juga ketenangan batin.
Jadi
kita tidak bisa serta merta mengatakan bahwa kesejahteraan sosial di negara-negara
kaya(Amerika Serikat dan Jepang) adalah jauh lebih baik dibanding di
negara-negara miskin (misal Bhutan dan Nepal). Karena, tingkat kejahatan dan
tingkat bunuh diri di negara-negara kaya tersebut lebih tinggi di banding
negara-negara miskin.
c.
PDB Per Kapita dan Masalah Produktivitas
Untuk
memperoleh perbandingan produktivitas antar negara, ada beberapa hal yang perlu
dipertimbangkan:
Jumlah dan komposisi penduduk : Bila
jumlah penduduk makin besar, komposisi-nya sebagian besar adalah penduduk usia
kerja (15-64 tahun) dan berpendidikan tinggi (> SLA), maka tingkat output
dan produktivitasnya dapat makin baik.
Jumlah dan struktur kesempatan kerja :
Jumlah
kesempatan kerja yang makin besar memperbanyak penduduk usia kerja yang dapat
terlibat dalam proses produksi. Tetapi komposisi kerja pun mempengaruhi tingkat
produktivitas. Sekalipun kesempatan kerja sangat besar, tetapi semuanya adalah
kesempatan kerja sektor pertanian, produktivitas pekerja juga tidak tinggi.
Sebab sektor pertanian umumnya memiliki nilai tambah yang rendah. Jika
kesempatan kerja yang dominan berasal dari sektor kegiatan ekonomi modern
(industri dan jasa), maka output per pekerja akan relatif tinggi, karena nilai
tambah kedua sektor tersebut amat tinggi.
Faktor-faktor nonekonomi :
Yang
tercakup dalam faktor-faktor nonekonomi antara lain etika kerja, tata nilai,
faktor kebudayaan dan sejarah perkembangan. Jepang pantas menjadi negara yang
produktif sebab selain jumlah penduduk yang banyak, berpendidikan tinggi dan
umumnya bekerja di sektor modern, mereka juga memiliki etika kerja yang baik,
menjujung tinggi kejujuran dan penghargaan tergadap senior. Dan Jepang juga
merupakan negara yang selama kurang lebih 3.000 tahun terus menerus membangun
dirinya menjadi bangsa modern, walaupun pembangunan ekonomi modernnya baru
dimulai dua abad yang lalu.
d.
Penghitungan PDB dan Kegiatan-kegiatan Ekonomi Tak Tercatat (Underground
Economi)
Angka
statistik PDB Indonesia yang dilaporkan oleh Badan Pusat Statistik hanya
mencatat kegiatan-kegiatan ekonomi formal. Karena itu, statistik PDB belum
mencerminkan seluruh aktivitas perekonomian suatu negara. Misalnya, upah pembantu
rumah tangga di Indonesia tidak tercatat. Begitu juga dengan kegiatan petani
buah yang langsung menjual produknya ke pasar.
Di
negara-negara berkembang, keterbatasan kemampuan pencatatan lebih disebabkan
oleh kelemahan administratif dan struktur kegiatan ekonomi masih didominasi
oleh kegiatan pertanian dan informal. Tetapi di negara-negara maju, kebanyakan
kegiatan ekonomi yang tak tercatat disebabkan oleh karena kegiatan tersebut
merupakan kegiatan ilegal atau melawan hukum. Padahal, nilai transaksinya
sangat besar. Misalnya, kegiatan penjualan obat bius dan obat-obat terlarang
lainnya.

No comments:
Post a Comment